
Pada hari Selasa, 11 Maret 2025, di Desa Dasan Geria, Lombok Barat, 20 perempuan dari Sekolah Setara menggelorakan yel-yel semangat untuk mendukung energi terbarukan dan menanggulangi pencemaran air. Pertemuan yang difasilitasi oleh Gema Alam NTB ini bertujuan untuk mendiskusikan upaya mereka dalam mengakses dan memanfaatkan energi terbarukan, khususnya biogas, sebagai solusi dari masalah sampah dan pencemaran di desa mereka.
Desa Dasan Geria, dengan jumlah penduduk sekitar 5.629 jiwa atau 1.795 Kepala Keluarga (KK), mengalami sejumlah tantangan lingkungan yang signifikan. Selain persoalan tanah, hutan, dan air bersih, dampak dari proyek bendungan Meninting yang luasnya mencapai 90 hektar, mengakibatkan hilangnya 4,95 hektar kawasan hutan lindung. Tak hanya itu, masalah sampah yang terus menumpuk turut memperburuk keadaan ekologi desa.
Sebagai respons terhadap tantangan-tantangan lingkungan tersebut, Gema Alam NTB mendirikan Sekolah Setara beberapa tahun yang lalu di enam wilayah di NTB, termasuk Desa Dasan Geria. Sekolah ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan, disabilitas, dan kelompok rentan melalui peningkatan kapasitas, berbagi pengetahuan, dan membangun solidaritas. Sekolah Setara juga berperan sebagai pendorong utama dalam mencapai keadilan iklim, salah satunya dengan memanfaatkan sampah dan kotoran ternak untuk menghasilkan energi terbarukan, seperti biogas, secara komunal.

Tantangan dan Harapan Sekolah Setara
Meskipun sudah ada dukungan dari pemerintah desa yang menganggarkan dana sebesar 15 juta rupiah dari APBDES untuk pembangunan biogas, Sekolah Setara masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait dengan pemilihan lahan yang tepat. Masalah ini belum juga menemukan solusi yang jelas hingga saat ini.
Namun, pada pertemuan tersebut, Sekolah Setara Desa Dasan Geria menyampaikan beberapa rekomendasi dan harapan untuk mewujudkan inisiatif biogas ini, antara lain:
- Memastikan Lahan untuk Pembangunan Biogas
- Pemerintah desa harus segera menentukan lokasi pembangunan biogas agar proyek dapat segera direalisasikan.
- Sosialisasi kepada warga agar mereka bisa memilah sampah dengan lebih baik dan memahami pentingnya energi terbarukan.
- Meningkatkan Kerjasama antara Pemdes dan Masyarakat
- Membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah desa, masyarakat, dan Sekolah Setara dalam mewujudkan energi terbarukan.
- Pemdes harus memastikan ketersediaan dana dan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan biogas.
- Sosialisasi kepada Masyarakat
- Edukasi tentang pentingnya memilah sampah di tingkat rumah tangga dan manfaat biogas sebagai sumber energi terbarukan.
- Melibatkan perempuan, disabilitas, dan kelompok rentan dalam pengelolaan biogas.

Upaya Sekolah Setara untuk Mewujudkan Energi Terbarukan
Sekolah Setara berkomitmen untuk terus mengawal inisiatif energi terbarukan ini dengan langkah-langkah konkret:
- Sosialisasi Pemilahan Sampah: Mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam memilah sampah dari rumah tangga sehingga sampah desa tidak berserakan.
- Edukasi tentang Biogas: Menyebarkan informasi mengenai manfaat biogas sebagai solusi untuk mengurangi sampah dan menciptakan energi terbarukan.
- Pelibatan Semua Pihak: Mengajak perempuan, disabilitas, dan kelompok rentan untuk berperan aktif dalam pengelolaan biogas dan memanfaatkan potensi desa.
- Kolaborasi dengan Pemdes dan Masyarakat: Menyatukan visi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Sekolah Setara untuk memastikan kelancaran proyek biogas ini.

Rencana Tindak Lanjut Sekolah Setara
Untuk memastikan inisiatif ini dapat terlaksana dengan baik, Sekolah Setara telah merencanakan beberapa langkah tindak lanjut, antara lain:
- Audiensi dengan Pemerintah Desa
- Sekolah Setara akan mengagendakan audiensi dengan Pemdes untuk mendiskusikan dan memastikan lokasi yang tepat untuk pembangunan biogas.
- Usulan Lokasi Lahan untuk Biogas
- Sekolah Setara mengusulkan dua lokasi yang dapat dipertimbangkan sebagai tempat pembangunan biogas yaitu, Gubuk 13, Lahan Ibu Kadus di Dusun Murpeji dan Taman di Wilayah Gegutu Reban

Dengan adanya dukungan dari semua pihak, Sekolah Setara berharap inisiatif ini dapat segera diwujudkan, membawa manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat Desa Dasan Geria, serta menjadi contoh keberhasilan pemanfaatan energi terbarukan di desa-desa lainnya.