Tanggap Bencana Gempa Lombok

Gema Alam NTB Merespon Bencana Gempa Lombok

Bersama Sahabat Gema Alam NTB

Gempa Lombok yang berulang hingga ribuan kali

Indonesia merupakan salah satu Negara yang secara geografik memang sangat rentan terhadap bencana. Karena posisinya yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia yang bergerak relatif saling mendesak antara satu dengan lainnya.  Karenanya, frekwensi gempa cukup tinggi dan menurut BMKG, paling tidak terjadi 4.500 kali gempa dalam setiap tahunnya mulai dari gempa dengan magnitude kecil, sedang dan besar.

Namun dalam 3 tahun terakhir, peristiwa gempa di Indonesia cenderung semakin meningkat frekwensinya mulai dari gempa dengan kedalaman dangkal, menengah maupun yang dalam. Sebagai contoh, gempa dengan kedalaman dangkal. Jika tahun 2014  sekitar 3.445 kali, maka naik menjadi 3.796 kali di tahun 2015 dan 3.968 di tahun 2016 (BPS 2017).   Demikian pula dengan kasus Gempa di Pulau Lombok. dimana dalam kurun waktu 2 bulan  antara 29 Juli hingga 11 September 2018 tercatat ada 7 guncangan dengan magnitude besar (5,3 SR – 7,0 SR).  Gempa yang dialami oleh Lombok sejak akhir bulan Juli hingga September terhitung ribuan kali menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, memberikan trauma mendalam pada penyintas, kesehatan masyarakat yang tidak tertangani dengan baik, masyarakat mengalami kekurangan air bersih, tinggal di tenda dengan jumlah 5 KK pertenda riskan terjadinya kasus kekersan seksual.

Respon dan Tindakan yang dilakukan Oleh Gema Alam (GA) NTB

Gema Alam NTB fokus merespon bencana sejak masa tanggap darurat ke Lombok Utara dan Lombok Timur. Namun sejak minggu kedua Agustus 2018 Gema Alam memilih untuk fokus menangani Kecamatan Sembalun dan desa-desa yang merupakan dampingan selama ini yang terdampak langsung seperti Beririjarak, Sapit, Pringgasela Selatan dan Jurit Baru. Langkah pertama yang GA lakukan hanya pada sebatas droping logistik, tahap berikutnya adalah melakukan kajian kebutuhan paska bencana (Jitupasna), assessment kesehatan reproduksi dan gender. Berdasarkan hasil ketiga assessment tersebut maka GA bersama orang-orang perduli yang disebut dengan Sahabat Gema Alam NTB melakukan tindakan/intervensi secara holistik, yakni:

  1. Droping logistik
  2. Assessment kajian kebutuhan pasca bencana, kesehatan reproduksi, gender
  3. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
  4. Melakukan pemeriksaan kesehatan untuk lansia, anak, ibu hamil dan umum bersama relawan tenaga mediis dari Lampung, Bandung dan Jakarta ( Dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak dan dokter anak).
  5. Melakukan konseling oleh dua orang psikholog
  6. Membangun hunian sementara
  7. Membangun sekolah sementara
  8. Pemulihan ekonomi penyintas.

Dokter Risa Risfiandi spesialis kandungan memeriksa menggunakan USG portble

Droping logistik

Hunian sementara ibu hamil